
Pihak Kepolisian membenarkan munculnya lambang misterius Unidentified Flying Object (UFO) atau yang dikenal dengan crop circle di daerah persawahan di Sleman, Yogyakarta. Polisi bahkan sudah mengabadikan peristiwa langka tersebut.
"Tadi kami sudah mengecek ke sana pukul 17.00 WIB dan ternyata ada gambar bulat raksasa dan sudah kami foto. Kata warga hebohnya sudah sejak pagi," ujar petugas jaga Polsek Berbah, Sleman, Yogyakarta, Briptu Kastono,kepada detikcom, Minggu (23/1/2011).
Kastono menuturkan banyak warga sekitar yang menonton lambang unik tersebut baik dari dekat maupun dari bukit. Polisi juga menurunkan aparatnya untuk berjaga-jaga.
"Tadi sore kita berjaga di sana karena banyak warga. Kalau sekarang sudah sepi, cuaca juga hujan," paparnya.
Kastono lalu memaparkan kondisi cuaca di daerahnya belakangan ini memang kurang baik. Namun warga tetap meyakini lambang tersebut adalah simbol pendaratan pesawat UFO dari planet lain.
"Kalau angin kayaknya sulit membentuk lambang begitu. Makanya warga yakin itu lambang UFO," tutupnya.
(sumber http://www.detiknews.com/read/2011/01/23/213859/1552700/10/polisi-benarkan-lambang-misterius-ufo-mun)
Akan tetapi,
Mbah Rono yakin itu perbuatan seseorang yang mencari sensasi.
"Saya tidak begitu kaget. Waktu di Eropa saya juga mendengar berita yang sama dan akhirnya ada orang yang mengakui membuatnya," kata ujar Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Dr Surono atau yang akrab disapa Mbah Rono kepada detikcom, Senin (24/1/2011).
Menurut Mbah Rono, di beberapa media di Eropa menampilkan cara pembuatan crop circle yang dilakukan oleh si pelaku. Meski begitu, wajah si pelaku disamarkan karena akibat perbuatanya telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Wajahnya nggak dilihatin. Dia perlihatkan caranya pakai kayu dikasih tali lalu dinjak-injak," tambah pria yang mengambil gelar S2 dan S3 di Prancis ini.
Motif dari setiap pelaku pembuat crop circle ini, lanjut Mbah Rono, bermacam-macam. Mulai dari mencari sensasi hingga seseorang yang memiliki jiwa seni tinggi.
"Kalau saya tidak percaya itu dibuat makhluk asing. Ini perbuatan orang bikin sensasi, dia buat desainnya dulu, mungkin dikerjakannya malam hari," paparnya.
Mbah Rono tidak sepakat jika dikatakan crop circle ini akibat dari abu vulkanik Merapi. Dia juga tidak sepakat jika ini terjadi akibat angin puting beliung.
"Bukan karena faktor alam. Puting beliung hasilnya acak. Gelombang elektromagnetik, juga tidaklah walaupun dekat SUTET. Kita saja tidak berasa kalau dekat aliran listrik atau SUTET kan," ungkapnya.
Yah, biarlah publik meyakini opininya masing-masing.
Kalau saya sendiri, crop circle itu kemungkinan dibuat oleh manusia yang ingin mencari sensasi.. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar