Tanggal 25 Juli 2011
pukul 07.45
di gedung D3 fak.Geo UGM, lt.3
Ruang bpk Dosen
Yap! Itu adalah lokasi dan waktu saat saya pertama kali menunggu kedatangan DPS untuk konsultasi yang pertama. (konsultasi yang benar2 konsultasi. hoosshh)
Deg2an sih engga.. Ga tau kenapa, bawaannya tenang aja. Mungkin krn mmg DPS saya adalah DPS yang baik, dan mmg tdk pernah 'emosi'.
*tik tok tik tok*. pukul 08.55. Satu jam kemudian, beliau masih berada di ruang auditorium, menyampaikan materi ddpn mahasiswa. Dan akhirny, tepat pukul 09.00, saya masuk ke dalam ruangan beliau, bersama dengan senior yang sebentar lagi lulus. (sebut saja : IN).
Didalam ruangan, yang saya pikir adalah, beliau sudah selesai mengoreksi proposal skripsi yang saya ajukan. Ternyata eh ternyata, blm sama sekali. Masih ada di antara tumpukan proposal lainnya.
Setelah dibaca secara singkat (mungkin karena kelamaan), akhirnya saya disuruh menceritakan, "anda mau melakukan apa dengan skripsi anda? jelaskan secara singkat, sampai kepada metodenya"
Oke, dengan tenang (sok2an tenang kynya, hha), saya berusaha menjelaskan. Banyak yang masih rancu (wong saya sendiri juga masih bingung, pak..) kt beliau. Akhirnya, setelah 1 jam berada didlm ruangan beliau, saya disuruh memperbaiki proposal, dan melengkapi buku2 referensi yang terkait dengan skripsi saya.
Beliau sudah setuju dengan judul yang saya ajukan. Hanya saja, masih kurang referensi (iya, jelas pak. Saya bingung harus mencari kemana lagi referensi buku tentang kesehatan itu), serta lokasi dan metode yang masih harus difixkan. Begitu juga dengan ceklist dan kuesioner yang harus dibuat.
Akhirnya, saya dengan beliau membuat 'perjanjian'. Yap! Beliau memang terkenal dengan perjanjiannya itu. Sebenarnya saya setuju2 saja, knp? Karena saya juga termasuk mahasiswi yang 'mudah tergoda' alias males untuk mengerjakan skripsi, jika tidak ditekan seperti itu.
Saya disuruh menentukan kapan tanggal saya akan mengumpulkan Proposal skripsi secara lengkap (referensi buku dr PU dan Dinkes, metode, ceklist, dan kuesioner). Lalu saya tentukan, "tanggal 12 agustus, pak!" Lalu kata beliau, "yakin 12 agustus?" , "iya pak, yakin."
"Baiklah. Lalu, perjanjiannya mau seperti apa?", kata beliau.
Karena dari cerita senior2 yang juga dibimbing oleh beliau, kebanyakan berupa dendan Rp 50.000,00 per sekali kegagalan (per keterlambatan pengumpulan progress skripsi), sayapun berkata, "denda aja pak. Rp 50.000,00".
Tapi entah mengapa, ya kok beliau keberatan. "Denda? Yang menurut kamu hal paling berat apa?". Beliau kyny ga percaya kalau 50rb itu berat untuk saya. hehehe. Lalu saya berkata,"iya, pak. Rp 50.000 itu berat untuk saya." , "oke, tapi saya ga mau 50.000. Bagaimana kalau Rp 2jt?".
Spontan saya menjawab, "hah? 2jt pak? waduh. Itu berat banget. Jangan pak, yang lain."
Saya tau kalau penawaran 2jt itu hanya becanda.
Kemudian beliau berkata, "hmm, hobi anda itu apa?" Dengan polos, tanpa curiga sedikitpun, saya menjawab,"main piano, pak.."
"Wah, piano? baiklah. Begini, kalau anda terlambat mengumpulkan proposal lengkap di tanggal 12 Agustus, sanksinya adalah, anda harus bermain piano minimal 3 lagu, didepan seluruh mahasiswa Geografi UGM, saat Dies Natalis nanti. Nanti saya bicara dengan bapak Dekan, dan juga anak2 Bekage."
*oh God. JLEB!!!!!
Itu sanksi bener2 sangat mengerikan untuk saya.
Lalu dengan semampunya, saya berusaha untuk menolak perjanjian seperti itu, dengan mengganti jenis sanksi yang lain.
Tapi, tidak berpengaruh. Perjanjian sudah ditulis diatas kartu konsultasi.
"Oh God.. Saya harus selalu menepati janji untuk mengumpulkan proposal skripsi, sampai saya sidang. Dan itu berlangsung sepanjang 6bulan kedepan. huft."
Yah, itulah pengalaman saya yang pertama kali, dengan bapak pembimbing skripsi saya yang tecinta. :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar